WahanaNews-LKKI | Perihal pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Pulau Selaru yang disebut masih jauh tertinggal, PT PLN (Persero) buka suara.
Ini sekaligus menanggapi pernyataan Calon Presiden (Capres) Anies Baswedan yang menyebut terdapat sekelompok warga di wilayah itu yang belum teraliri listrik.
Baca Juga:
Mahasiswa Penggugat Presidential Threshold dapat Pujian dari Anies Baswedan
Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN Gregorius Adi Trianto menjelaskan Pulau Selaru merupakan salah satu pulau terluar Indonesia. Pulau ini berada di Laut Timor dan secara administratif masuk ke Provinsi Maluku.
"Pulau tersebut dilistriki oleh PLN sejak tahun 1994 dengan sumber listrik dari PLTD Adaut. Saat ini, total terdapat 3.082 pelanggan di pulau tersebut," ungkap Greg kepada CNBC Indonesia, dikutip Sabtu (13/5/2023).
Lebih lanjut, Greg mengatakan pihaknya saat ini terus berupaya meningkatkan rasio elektrifikasi (RE) demi mewujudkan keadilan energi di Indonesia. Adapun, dalam 5 tahun terakhir, rasio elektrifikasi PLN di Provinsi Maluku juga meningkat cukup signifikan.
Baca Juga:
Kuliah Kebangsaan Anies Baswedan "Lentera Demokrasi Jalan Menuju Keadilan Sosial"
"Dari 79,6% pada 2017 menjadi 92,9% pada tahun 2022," kata dia.
Sebelumnya, Anies mengaku cukup prihatin dengan kondisi Pulau Selaru yang berada di ujung timur tenggara Maluku Tenggara Barat dan berbatasan dengan negara Australia. Pasalnya, masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut masih belum merasakan pemerataan akses listrik yang memadai.
"Ini ujung Indonesia, saya datang ke pulau itu lalu mereka memulai acara dengan berkumpul dengan 100 orang. Di tempat itu belum ada listrik. Lalu mereka menyiapkan diesel untuk sound system. Diesel-nya ditaruh kira kira 20-30 meter dari lokasi acara supaya ramainya diesel tidak terdengar kita," tuturnya dalam acara "Deklarasi dan Pengukuhan Amanat Indonesia", Minggu (07/05/2023).