BPP yang rendah mendorong komitmen UPDK Minahasa mengoptimalkan PLTP Lahendong hingga 24 jam setiap hari.
Pembangkit ini juga terbukti ramah lingkungan dengan emisi karbon rendah, yaitu 75 gram per kWh.
Baca Juga:
Densus 88 Libatkan Eks Narapidana Terorisme dalam Upacara HUT ke-81 RI di Jambi, Perkuat Wawasan Kebangsaan dan Toleransi
Dibandingkan pembangkit listrik dari sumber energi terbarukan lainnya, seperti hidro, bayu, dan surya, PLTP bersifat andal dan stabil.
Faktor kapasitas pembangkit jenis ini mencapai 90-95 persen.
Selain itu, produksi listrik dari PLTP tidak terpengaruh pergerakan harga komoditas energi primer, seperti gas alam, minyak bumi, dan batubara.
Baca Juga:
PLN Tuntaskan Pemulihan Listrik Flores Pascagempa M7,7, Seluruh Pelanggan Kembali Terlayani
Faktor cuaca juga tidak menghambat operasional PLTP. [ana]