LKKI.net | Memiliki sebuah mobil tidak hanya merawat bagian mesin saja, namun juga perlu memperhatikan sistem kelistrikan mobil.
Komponen yang satu ini juga tidak kalah penting, sebab kalau sudah rusak mobil akan sulit dinyalakan.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi PLN Indonesia Power Atas Target Berkelanjutan EBT Hijau dan Hydro yang Bisa Bersaing di Kancah Internasional
Terkadang, kelistrikan mobil yang jarang dicek dan dirawat sering menimbulkan sejumlah gangguan, salah satunya sistem arus listrik yang tidak stabil. Hal ini biasanya muncul dengan berbagai tanda-tanda seperti intensitas cahaya dari lampu tidak stabil.
Apabila mobil kamu sudah mulai menunjukkan tanda-tanda arus listrik mulai tidak stabil, sebaiknya segera diperiksa agar mengetahui sumber masalahnya. Dikutip dari Daihatsu, ada empat bagian pada mobil yang perlu dicek jika arus listrik mulai tidak stabil.
1. Aki Mobil Lemah
Baca Juga:
Demi Efisiensi, ALPERKLINAS Imbau Konsumen Gunakan Peralatan Penghemat Arus Listrik yang Diizinkan Pemerintah
Fungsi aki adalah menyimpan dan mengalirkan arus listrik sesuai dengan kebutuhan komponen mobil. Saat kondisi aki mulai lemah atau tidak stabil, maka tegangan yang dibutuhkan jadi tidak mumpuni, alhasil terjadi gangguan fungsi pada komponen yang membutuhkan aliran listrik saat digunakan.
Biasanya, aki mobil memiliki batas usia pemakaian sekitar dua tahun, tapi tergantung intensitas mobil dan juga tipenya. Jika kamu merasa aki mobil mulai lemah, lebih baik ganti dengan yang baru.
Selain itu cermati juga bagian klem positif-negatifnya. Bisa jadi posisinya kendor sehingga memicu kelistrikan mobil menjadi tidak stabil.